widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selamat Ulang Tahun Mbak Hilwa dan Mas Syafiq!

Tanggal 16 Mei kemarin mas Syafiq berulang tahun ke-6 dan mbak Hilwa berulangtahun ke-10 pada tanggal 29 Mei. Keduanya putra dan putri bunda Hilsya.Selamat ulang tahun mas Syafiq dan mbak Hilwa! Semoga panjang umur, selalu sholeh dan sholehah selamanya dan menjadi kebanggaan Ayahbunda, ya!
Sebenarnya mama Susi malu karena postingnya telat, karena itu minta tolong Destin dan dek Binbin untuk mengantarkan kartu ulang tahun spesial yang diedit papa sejak 2 hari lalu. Mama sibuk sekali tapi lebih sering berbaring di tempat tidur karena sakit.

Nah, ini dia kartu ucapan selamat ulang tahun spesial kami, keluarga Susindra. Maaf ya jika Destin dan Binbin ikut digambar. Binbin tidak tahan melihat kue ulang tahun Naruto-nya! Kalo ga dipegangin, sudah dibawa pulang lagi, deh.


Oh iya, kami datang bersama seluruh teman-teman dari SD Konoha. Maaf ya jika kami merepotkan dan menghabiskan hidangannya. Kami para anak memang paling semangat jika ada pesta dan makanan.

Mama Susi juga ingin meminta maaf katanya, karena kado tuk mbak Hilwa mungkin hanya berupa kartuucapan juga. Mama tidak pernah merayakan ulang tahunnya bahkan sering lupa jika usianya bertambah. Pernah sih beberapa kali diguyur teman-teman kuliah atau diisengin teman se-kost, tapi itu kan waktu mama sudah besar. Tapi jika diijinkan, kata mama bisa membuat posting khusus ultah dek Binbin atau ultah Destin waktu usia 2 tahun. Boleh tidak, bunda Hilsya?


Psstt....  sebenarnya mama salah baca kemarin dan khusus membuat dongeng tentang Princes Tania dari Negeri Timur. Kan ada kata dongeng disyaratnya. Beruntung baca teliti lagi sebelum posting, jadi tidak sempat dipublish. Dongengnya bagus loh, mbak. Meski mama malu katanya. 

Selamat ulang tahun ya mas Syafig dan mbak Hilwa! Yuk kita jadi anak yang pintar, rajin belajar, rajin beribadah, sayang teman, sayang ayahbunda (mama-papa) dan pastinya sayang pada Allah dan beriman padanya. Ayo kita buat orang tua kita bangga punya anak spesial bagi kita.

Dengan cinta,
Destin 

********************************************

Posting ini dibuat khusus untuk merayakan ulang tahun mas Syafiq dan mbak Hilwa, putra-putri mbak Hilsya. Maaf jika mepet ya mbak. Nohon diterima.

Posting ke 100

Alhamdulillah sudah dapat 100 posting di blogsusindra. Posting spesial ini khusus untuk anak-anakku yang super.

Beberapa hari ini Susi kesulitan blogging, salah satunya karena selalu tidur siang dan malam tidur agak awal di bawah jam 9. Sesuatu yang jarang sekali Susi lakukan. Yep, sejak 3 hari lalu Susi resmi menyandang penyakit demam - pilek plus radang tenggorokan.

Sebenarnya sih keadaan di atas tidak mengganggu. Yang mengganggu adalah komputer Susi dibajak Binbin. Ketika menukar laptop dengan komputer dekstop, Susi membuang semua game. Sayang sekali hanya membuang shortcut-nya saja. Bahkan file di folder C yang untuk program pun tidak dihidden. Apalagi mengosongkan recycle bin. Rasanya tak mungkin duo D&B mengobrak-abrik sampai situ. 

Ternyata, Binbin bisa merestore file di Recycle bin! Berawal dari kecurigaan kami mengapa shortcut game selalu kembali ke dekstop komputer Susi. Siapa yang memasang di situ? Daaan... pagi ini kami baru tahu siapa biangnya. Tak lain tak bukan, Binbin! Papa sempat merekam cara Binbin menemukan kembali game yang kami buang. Dia mencarinya di folder C yang untunk sistem dan di folder recycle bin. (Karena proses upload ke youtube masih gagal, kutambahkan nanti, ya). Sementara ini silahkan lihat aktivitas pembajakan komputer Susi. :(

Komputer yang kiri milik Papa dan anak-anak, komputer yang kanan untuk Mama - dan Papa jika komputer kiri dipakai anak-anak

Si 3 tahunku ini memang luar biasa. Sampai 3 hari yang lalu, dua hari berturut-turut kami harus menjauhkan Binbin dari komputer karena dia selalu masuk ke sistem bios dengan cara memencet delete sampai bios muncul ketika awal menghidupkan komputer. Dia asal saja merubah pengaturan booting komputer, setting hard disk kami yang memang ada 2, dsb-dsb. Jika sudah ke teknis, Susi angkat tangan, deh. Beruntung ketika akan save ketahuan Susi. 

Awalnya sih Papa kurang hati-hati ketika masuk ke sistem bios untuk mengganti hard disk yang menjadi sistem. Karena hard disk lama kami hampir sekarat karena diperbudak 4 Susindra, kami terpaksa membeli hard disk baru. Nah, sayang Papa masih malas menginstall full hard disk baru, jadi program yang jarang dipakai tidak diinstal, cukup switch hard disk saja. Binbin yang melihat aktivitas tangan Papa segera praktek. Huaaa.... kami musti install ulang komputernya dong. Well, salah satu sebab Destin dan Binbin cukup jago komputer karena Papanya bisa menginstal komputer. Jadi jika tiba-tiba komputer error langsung di-install ulang.

Binbin seperti bakat alam karena berkali-kali membuat papanya kesulitan. Dia bisa merubah-rubah setting dekstop, meneliti satu-persatu file-file di explore, terutama di folder C untuk mencari game yang kami sembunyikan. Bahkan Binbin sudah bisa mengoperasikan mouse komputer sejak usia 8-9 bulan - jauh sebelum dia bisa berjalan. Destin meski telah pandai memakai komputer, namun dia terlalu hati-hati hingga hanya cocok sebagai user. Destin baru bisa mengoprasikan mouse di usia 2,5 tahun. Cerita tentang Binbin dan komputer pernah Susi bahas di sini, sini, dan sini.

Apa Beda Joomla dan Jomblo?

Oke, sekilas tampaknya seperti teka-teki garing, tapi bukan. Ini pertanyaan serius seorang SPG Gramedia kepada temannya ketika membenahi tata letak buku di bagian komputer dan kebetulan Susi berada di samping mereka sedang memilih-milih buku tentang wordpress. Dan ternyata jawaban 2 teman SPG lainnya juga tak kalah nyleneh dan intinya mereka bertiga tidak tahu apakah joomla hanya berupa kata yang salah ketik dan seharusnya ditulis jomblo.
Hari ini, demi sebuah buku Susi harus menempuh perjalanan 200 km pulang pergi menuju Semarang. Di Jepara sebenarnya ada 2 toko buku yang lumayan lengkap tapi tetap saja tak ada satupun tutorial wordpress yang dijual. Dan Susi sangat butuh buku ini secepatnya.
Ternyata membiasakan diri dengan blogger tidak menjamin Susi bisa menggunakan blog wordpress. Dashboard-nya sukses membuat Susi pusing dan tidak paham. Rancangan untuk template di blogger yang sangat mudah tidak Susi temukan di wordpress. Bahkan kebiasaan mengubah sedikit html blogger juga tidak membantu Susi mengerti css wordpress - asli termakan propaganda menyesatkan bahwa wordpress lebih mudah dari blogger. Sebenarnya hanya masalah kebiasaan, ya? Susi yakin teman-teman yang selama ini hanya memakai wordpress mungkin kesulitan memakai blogger.
Akhirnya sebuah buku berjudul Rahasia Sukses menjual produk wordpress e-commerce masuk keranjang belanjaan Susi dan bergegas menuju kasir sebelum pertahanan diri Susi yang hanya tersenyum mendengar percakapan 3 SPG di atas retak. Sangat tidak sopan menertawakan ketidaktahuan orang lain.
Mengapa pilihan jatuh ke buku ini? Selain cukup lengkap menerangkan cara memakai wordpress, juga disertai tutorial membuat webstore menggunakan wordpress.
Kami segera turun dan melihat-lihat koleksi gitar dan drum di bawah. Papa Susindra naksir sebuah gitar akustik Starblast by Fender yang sedang didiskon 50% hingga hanya dijual dengan harga Rp 675.000,-. Pandangan kedua jatuh ke gitar listrik Ibanez dan gitar akustik Yamaha yang didiskon 20%. Sebelum papa tambah ngeces - karena kantong kami sangat cekak - Susi segera mengajak papa pulang dengan alasan kami harus sampai di Jepara kembali sebelum bedug Maghrib. Bisa dipastikan malam ini papa akan mimpi tentang gitar itu karena tak henti-hentinya membicarakannya sepanjang jalan. Well, setidaknya Susi tahu hadiah apa yang akan disukai papa jika suatu saat kami mampu dan tidak terlalu menghitung dana yang dibelikan untuk fancy thing semacam itu. Cukup mencari kembali posting ini, dan voila, alternatif hadiah impian papa terbuka.

Perjalanan Berliku Menjadi Bloggerwati

Dahulu sekali di awal tahun 2006, Susi memiliki sebuah blog tutorial bahasa Perancis. Namun sejalan dengan waktu, blog itu terlupakan begitu saja dan telah hilang. Semua berawal dari account email susi@plasa.com susi yang hilang karena tiap hari overlapping email dari milist bisnis online yang Susi ikuti. Padahal email itu adalah email awal Susi sebelum membuat email susi.susindra@yahoo.com yang juga hilang karena lupa paswordnya dan recovery harus melalui email plasa di atas. Ah, sayang sekali.
Dari blog n13perancis itulah pertama kali Susi mengenal facebook dan plurk ketika blogwalking ke rumah sahabat. Sejak itu facebook mengambil alih seluruh perhatian Susi hingga sering menghabiskan waktu di warnet – berangkat jam 12 malam pulang jam 4 pagi. Apalagi jika bukan demi game yang ada. Mafia wars, Farm Town, Farm Ville, Happy Farm, Sunshine Ranch, Fashion War. Apalagi, ya? Masih banyak sekali dan Susi lupa. 900 lebih teman Susi di facebok adalah gamers yang meski tak pernah saling berkomentar namun selalu saling berbagi free gift dan saling membantu bertukar gift. Kami selalu chating saling tanya hadiah apa yang kami butuhkan. Hubungan kami lebih dari sekedar pertemanan karena intensitas pertemuan kami di game. Ketika Susi menghapus semua aplikasi games pada pertengahan 2008, mereka memberondong Susi di message dengan aneka pertanyaan mengapa Susi berhenti bermain game? Terutama dari game Zinga, yaitu Mafia wars (tahun 2009 Susi mencapai level 987!) dan Farm Ville yang memang attractif. Ketika awal April lalu iseng Susi membuka game Farm ville lagi karena penasaran, 100 gift Susi dapat perhari! Ck.. ck.. ck..
Akhir tahun 2008 Susi membuat blog baru yaitu duniamamasusi yang berisi sharing ilmu yang Susi tahu sambil menulis diary keluarga Susindra. Bisa dikatakan di blog ini Susi mulai serius meski masih menjadi blogger pingitan karena jarang blogwalking. Lagi-lagi game mania membuat Susi setengah hati menjadi bloggerwati hingga tanggal 5 Mei 2010 Susi tak bisa membuka blog duniamamasusi karena status banned. Alasannya adalah karena account google Susi sering digunakan untuk masuk ke web yang dicurigai. Cukup lama Susi baru faham bahwa kebiasaan menutup blog tanpa log out sementara komputer Susi sering dipakai Papa,  serta beberapa teman untuk membuka situs xxx (tidak harus porno, ya!) menjadi salah satu alasan mengapa account google Susi dibekukan.
Kecewa sudah pasti. Namun Susi selalu punya kebiasaan berpositif thinking – semua ada hikmahnya - membuat Susi langsung bangkit dan membuat surat permohonan maaf ke google webmaster serta alasan mengapa Susi layak mendapat kesempatan kedua menggunakan account google yang dibekukan. Sementara menunggu, Susi membuat account google kedua pada tanggal 10 Mei 2011 dan lahirlah blogsusindra ini. Berbeda dengan dua blog sebelumnya yaitu n13perancis dan duniamamasusi, blogsusindra lebih banyak persiapan dan agenda, yaitu mencari sahabat blogger sebanyak-banyaknya. Susi menjadi rajin blogwalking serta segera memasukkan link sahabat yang datang ke blog Susi maupun yang Susi kunjungi. Alhamdulillah perlahan namun pasti semakin banyak interaksi tercipta di blogsusindra. Meski blog duniamamasusi akhirnya bisa dibuka pada tanggal 28 Mei 2010, namun Susi tetap bertahan di blogsusindra.
Untuk mencegah candu game facebook, akhirnya Susi puasa facebook selama 3 bulan. Setelah berhasil, puasa facebook menjadi 4 bulan. Akhirnya dengan niat pribadi Susi menghapus semua aplikasi game yang Susi ikuti kecuali Farmtown karena sampai saat ini Susi masih kesulitan “membenci” game ini. Apalagi level Susi sudah 183 dan punya 9 kebun serta semua facilities. Hiks... ga rela... ga rela...
Apapun itu, Mei 2010 adalah awal Susi benar-benar kembali nge-blog dengan serius meski dikhianati oleh beberapa kali putus sambung dengan koneksi internet. Yang penting adalah kesadaran Susi bahwa blogging adalah dunia persahabatan yang lebih nyata daripada facebook yang hanya bisa menulis status 420 karakter hingga lebih banyak menimbulkan salah persepsi daripada mengekspresikan pendapat dan suara hati. Berbeda jauh dengan blog yang bisa ditulis sepanjang apa yang kita inginkan. Memang benar bahwa fasilitas note dan photo memberi kita pilihan lebih banyak untuk mengekspresikan diri. Silaturrahmi blogger lebih indah dan hangat daripada facebook. Ini sih pendapat pribadi karena sejak puasa facebook setahun lebih, tak mudah untuk mencari perhatian sahabat facebook berupa like atau komentar. Dari blogwalking Susi lebih tahu sahabat blogger ini memiliki putra putri bernama ini, usia sekian, suka dengan ini, tinggal di kota ini. Intinya, persahabatan antar blogger lebih personal daripada teman facebook. Lebih banyak informasi baru yang bisa didapat maupun di-share. Informasi apapun lebih mudah didapat dari blogging yang berarti semakin banyak mencerdaskan pembaca blog. Ah, betapa bahagianya menjadi anggota salah satu komunitas intelek yang ikut serta memberi pencerahan bagi teman lain. Dan lebih bangga lagi ternyata niat Susi untuk mempopulerkan kota Jepara tercinta bisa tercapai di blogsusindra hingga seorang rekan di Jepara mengatakan, “Mbak Susi adalah duta promosi Jepara di blog.” Hoho... julukan yang tak berani Susi sandang karena kesannya kok sombong sekali. Banyak kok blogger Jepara yang jauh lebih hebat dari Susi. Susi hanya bloggerwati sekaligus bloggermom yang berusaha membagi informasi tentang apa saja hingga blogsusindra menjadi blog gado-gado yang tidak memiliki niche khusus.
Dan Susi semakin enjoy berblogging ria setelah bertemu sahabat-sahabat blogger dan sering mengikuti kontes blog seperti Blogger Return Contest yang bertemakan Blogger Ga Cuma Ngeblog. Benar-benar mengasyikkan ketika tulisan kita diapresiasi dan hobi menulis menebalkan saku dengan aneka sumber penghasilan baik dari adsence, review maupun memenangkan kontes. Akhirnya setelah berhasil menyembuhkan diri dari gaming addict syndrom, Susi menjadi pengidap blogging addict syndrom karena akan berasa ada yang kurang jika tidak membuka blog satu hari saja. Sedih rasanya tertinggal informasi sahabat Susi karena tak sempat blogwalking. Alhasil. Jika dulu berada di depan komputer sampai jam 1 malam demi game, sekarang demi blogwalking. Ah, lagi-lagi badan juga yang kalah. Tapi kepuasan hati dari berblogging tetap lebih besar. Dan pernah suatu hari di bulan Mei tahun ini Susi memutuskan puasa blogging selama 3 hari. Hiks... meski tidak posting maupun membalas komentar, tetap saja curi-curi waktu untuk menjadi silent reader di blog sahabat. Dan papa Susindra mengatakan. “Hayo! Katanya puasa blogging 3 hari!” Hiks... mungkin ga ya puasa blogging jika sudah mendapat penyakit kecanduan blogging?

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Blogger Return Contest yang disponsori oleh Denaihati.

Bertamasya di Kantor Pajak Jepara

Pagi ini papa dan mama Susindra mengunjungi kantor pajak untuk meminta bantuan menghitungkan pajak pendapatan kami. Sebenarnya malu juga sih karena SPT tahunan seharusnya sudah kami serahkan bulan Maret lalu. Tapi tetap bangga dong karena kami selalu membayar pajak bulanan.
Salah satu kerepotan rumah tangga tanpa mbak asisten rumah tangga seperti kami adalah jika ingin bepergian kami hanya punya 2 opsi, yaitu menitipkan Destin - Binbin ke rumah nenek atau mengajak mereka ke kegiatan apapun kami. 
Pagi ini kebetulan Destin bersekolah sampai jam 10.30. Binbin yang belum bersekolah harus kami ajak ke kantor pajak Jepara karena nenek sadang sibuk. Setelah mengantar Destin ke TK Tarbiyatul Athfal Pamatan Jepara, kami bergegas menuju Ngabul, lokasi kantor pajak. Kami sampai tepat jam 8 pagi dan langsung menuju kantor waskon di lantai atas dan disambut ramah para pegawai. Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami, seorang petugas membantu kami membuat SPT Tahunan. Wah, ternyata mudah sekali. Tapi satu yang pasti, bangga menyalurkan sedikit penghasilan bagi negara. kami asyik menyimak penjelasan naumn sayang Binbin terlalu aktif. Khas semua kanak-kanak, energi mereka tak pernah surut.
10 menit pertama Binbin tenang sekali menyimak pembicaraan kami, setelah itu mulailah Binbin bosan. Dan Susi langsung mengajak Binbin keluar sambil mengajari konsep warna dan mengajari bicara. Si 3 tahunku ini memang punya masalah dalam menyebut kata yang terdiri dari 3 suku kata. Bahkan 2 suku kata pun terkadang sulit baginya. Tapi kami tetap optimis, hanya masalah waktu dan kebiasaan.
Kami di kantor pajak hanya 2 jam, tapi seluruh sudut kantor telah kami jelajahi. beruntung dengan alasan masih anak-anak, semua pegawai maklum ketika Binbin mengajak masuk ke semua ruangan yang ada. Bahkan Binbin juga sering berteriak memanggilku atau mengeja huruf-huruf yang ada. Kami naik turun tangga, menjelajah setiap sudut baik di kantor bawah maupun atas, bahkan di sudut parkir dan lokasi olahraga sederhana maupun kantin. Dua jam berlalu, dan tenaga Susi segera drop karena memang sedang tidak enak badan - heran, kapan ya sembuhnya? - tapi Binbin yang bertenaga ekstra tetap tak perduli dan mengajakku mengeksplor lagi. Oalaaaah..... keringat dingin bercucuran di dahi.
Beruntung, sih, di beberapa ruang rapat Binbin mau bermain peran menjadi anak manis yang duduk manis - meniru gaya sekolah TK Destin - dan Susi mengajaknya menghitung sampai berapa Binbin mau duduk manis. Rata-rata hanya 10 hitungan sebelum pindah ke kursi lain. Lumayan untuk mengatur nafas.
Akhirnya... kelar sudah kegiatan kami di kantor pajak Jepara, dan kesan kami sangat positif. Yuk, kita bayar pajak....

Tentang Giveaway Susindra

Sebentar lagi Giveaway Susindra akan ditutup. Tepatnya tanggal 28 Mei 2011 jam 12 malam. Alhamdulillah teman-teman telah memberi pesan kesan serta saran yang bagus sekali dan harus dilakukan Susi demi kebaikan blogsusindra yang Susi rintis sebagai ganti blog Mama Susi yang pernah diblokir google tahun lalu.
Mungkin karena Susi sebagai pemilik hajat Giveaway Susindra adem-adem saja tak pernah memposting lagi tentang kontes ini serta tak pernah mengajak sahabat blogger mengikuti kontes, maka pesertanya tak terlalu banyak. blogsusindra dulu  tidak menyediakan almari arsip untuk dibongkar-bongkar. Banyak kemungkinan – selain waktu kontesnya yang cukup lama. Apapun itu, Susi meminta maaf yang tulus.
Saran-saran sahabat blogger membuat Susi terkejut karena baru menyadari banyaknya kekurangan blogsusindra – dan inilah tujuan utama Giveaway ini. Kita tidak akan tahu kekurangan kita tanpa bantuan orang lain. Coba saja berkaca dan melihat tahi lalat di punggung. Jika tidak besar sekali, rasanya sulit untuk tahu, bukan.
Dengan saran sahabat, akhirnya navigasi di blogsusindra menjadi semakin baik. Beberapa saran akan Susi realisasi bulan depan karena kesibukan Susi saat ini yang sedang fokus ke pemenuhan target kerja hingga blog ini agak berumput karena minim posting selama 3 hari. Susi menungu saran yang lain demi kebaikan blogsusindra.
Seorang peserta Giveaway Susindra yang sangat Susi hormati memberi masukan yang sangat bagus sekali tentang tata letak blogsusindra yang memang sangat kaku dan beberapa salah letak. Susi terharu sekali dan ingin segera menata ulang, namun keburu dilarang suami, katanya, 'Jangan rubah dulu karena sekali kamu berniat merubah, kamu akan terus saja tidak puas dan akhirnya target kita tak terpenuhi. Tunggu bulan depan setelah furniture's guide dan teckdejava serta semua ubo rampe selesai pengerjaannya.'
Saran papa Susindra memang masuk akal karena Susi selalu kesulitan mencari template dan penataan yang tepat karena jujur saja, blogsusindra ini cerminan Susi yang simple, suka black-white, minim hiasan dan kosmetik - penampilan sehari-hari juga seperti itu. Kesannya macho hingga di awal-awal beberapa komentar menggunakan kata mas.

Berikut daftar peserta yang telah masuk. Tidak banyak memang, namun kebiasaan Susi yang sering optimis kebablasan yang membuat Susi tetap yakin menjelang akhir akan banyak peserta yang datang.
Mbak Lidya
Mbak Hilsya
Pak NH18
Pakde Cholik
Mbak Yuni
Mas Isro Batasvuqu
Mbak Lyliana Thia
Mbak Monda

Semoga segera menyusul peserta lain. Amin. Posting ini juga sekaligus untuk menjawab beberapa pertanyaan sahabat blogger baru yang ingin ikut kontes Susi persilahkan karena kontes ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki blog.
Oh, iya. Setelah 10 hari bertapa di rumah karena kesibukan disusul kondisi body tidak memungkinkan, akhirnya hari ini Susi dan keluarga keluar rumah, tak tanggung-tanggung, 4 tempat sekaligus. Ke pesta pernikahan sahabat di Robayan, lanjut ke sentra kerajinan rotan segrass dll, ke sentra kerajinan monel untuk memesan hadiah peserta, kemudian ke pantai Bandengan. Kebetulan letaknya memang satu arah hingga meski sangat kelelahan namun tetap puas dengan hasilnya. Tunggu reportase Susi selanjutnya, ya.

Selamat Ulang Tahun Ketiga, Vania!

Vania sayang, selamat ulang tahun yang ketiga, ya. Bahagianya di hari ultahmu ini berbagi suka dengan teman-teman bunda di Vania’s May Giveaway.
Vania sayang, usia 3 tahun berarti semakin banyak sudut rumah yang kamu telusuri. Semakin banyak hal baru yang menarik minatmu, dan semakin banyak ceria yang kamu berikan di rumah. Dan bude Sus punya sebuah cerita indah untukmu tentang pengalaman bude Sus jalan-jalan sambil memperkenalkan produk unggulan Indonesia pada buyer luar negeri. Bude Sus menyebutnya perjalanan mencari produk ekspor di Jateng-Jatim.
Vania sayang, 
Bisa dibilang bude Sus adalah salah satu duta yang memperkenalkan aneka furniture dan kerajinan dari Jepara dengan menjadi guide furniture berbahasa Perancis dan Inggris. Ini pekerjaan sambilan saja, sayang. Bude Sus lebih suka seharian bersama kak Destin dan kak Binbin di rumah sambil tetap menghasilkan uang melalui blog maupun sebagai marketing freelance’s furniture. Aduh, istilah bude Sus sulit, ya? Vania harus belajar bahasa Inggris dengan rajin nanti, tapi saat ini bisa bertanya pada ayahbunda dulu. 
Bude Sus bangga menjalani profesi ini karena beragam pengalaman baru selalu bude Sus dapatkan di setiap persinggahan. Bukan hanya melihat keindahan alam, produk-produk luar biasa buatan tangan orang Indonesia. Lebih dari itu, bude Sus belajar budaya lokal di setiap persinggahan. Petualangan terbaru bude Sus adalah bulan April kemarin ketika bude Sus menghabiskan 6 hari kerja berkelana dari satu kota ke kota lain demi mendapatkan produk ekspor berkualitas di propinsi Jatim dan Jateng. Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Bude Sus akan berusaha bercerita meski sudah pernah diposting sebelumnya di posting berlabel petualangan
Perjalanan diawali dengan kejadian buruk ketika bude Sus mengalami kecelakaan kecil di kota Kudus. Sepeda motor yang membawa bude Sus jatuh. Bude Sus beruntung hanya menderita sedikit luka di kaki dan tetap melanjutkan perjalanan menggunakan bis malam Kudus-Surabaya. Meski sakit di kaki mengganggu sekali hingga bude Sus tak bisa tidur semalaman, namun bude Sus tiba juga di terminal Purabaya – Sidoarjo tepat jam 6 pagi. Bude Sus yang belum pernah sekalipun ke Surabaya sebenarnya salah turun, sayang. Bude Sus terpaksa naik taxi menuju Hotel Royal Garden Surabaya dan agak ditipu sopir taxi dengan tariff 75 ribu, bukan 60 ribu sesuai kesepakatan . Ah, ada-ada saja. Tapi bude Sus senang akhirnya sampai di titik pertemuan pertama. Alhamdulillah. Bude Sus hanya satu jam di hotel ini dan langsung bertolak menuju Besuki – Situbondo selama 5,5 jam. 
Di Besuki bude Sus menuju pengrajin mebel dari kayu recycle. Jadi kayu jati yang digunakan adalah kayu jati bongkaran dari rumah lama. Bude Sus terkesan dengan ketersediaan bahan kayu bongkaran yang melimpah di Besuki. Ternyata, bahasa yang digunakan di kota Besuki adalah bahasa Madura. Ada 2 kesan penting selama di sana, yaitu penduduk sekitar yang ramah dan lautnya yang sangat tenang. Hampir tanpa ombak! Biru dan sangat indah. Sayang bude Sus tidak mengabadikan lautnya. Tapi bude Sus punya beberapa foto di sana. Vanea pasti suka. Foto set kursi tamu mungil yang merupakan produk lokal sekitar. Kursi ini cocok sekali buat kamu, sayang.

Hari ketiga, dari Besuki, bude Sus berangkat ke Tulung Agung dengan naik mobil selama 6 jam. Senang sekali melihat jalan yang naik turun dan selalu hijau karena bude Sus melewati kota Malang. Teman perjalanan bude Sus juga menyenangkan dan kami bertukar informasi, terutama budaya sekitar. Dari om Boby & om Erwin, bude Sus mendapat informasi tata cara pernikahan dan adat setempat. Dari Mr Bernard, bude Sus mendapat informasi budaya gastronomie française yang terkenal itu. Suatu saat akan bude Sus posting budaya lokal warga Eropa Barat yang mengharuskan penikmatnya memakai gaun dan tuxedo hanya untuk makan di restoran selama 3 jam dan menyantap 7 menu itu. 
Bude Sus sampai di Tulung Agung jam 6.30 malam hingga terpaksa langsung menuju hotel Narita Tulung Agung dan langsung terlelap setelah makan. Paginya bude Sus menuju pengrajin batu alam. Wah, bagus sekali produk-produknya. Dari sebuah batu sungai biasa dibentuk menjadi aneka produk.


Proses pengerjaan batu sebesar ini untuk menjadi bath tub panjang 2 meter. Wow!

Batu dibentuk menjadi wastafel. 
Salah satu wastafel yang sudah jadi. Indah bukan?

Dari Tulung Agung Bude Sus langsung menuju Solo melalui jalur Ponorogo. Sekali lagi jalan berliku naik turun bukit yang indah membuat bude Sus bersyukur bumi Indonesia begitu indah. Di Solo, bude Sus singgah sebentar di dua perusahaan mebel besar sambil menunggu proses reservasi Hotel Melia Purosani di area Malioboro Jogja melalui situs Agoda disetujui. Ah, bude Sus punya kesan bagus dengan situs pemesanan hotel secara online ini karena begitu mudah namun selalu mendapat diskon besar. Bayangkan sayang, dari 1,5 juta/malam, bude Sus mendapat harga 535 ribu saja. Benar-benar best deal. Bayar akomodasinya ditanggung klien loh sayang. Bude Sus tidak akan sanggup bayar sendiri. 
Sampai di hotel Melia, bude Sus langsung mandi dan jalan-jalan di Malioboro. Mungkin karena terlalu capek, bude Sus tidak nyaman belanja dan sampai semua toko di Malioboro ditutup jam 9 30 malam, bude Sus belum belanja apapun. Beruntung acara di Jogja ditambah satu hari lagi, jadi bude Sus bisa belanja di hari kedua untuk membelikan oleh-oleh bagi kak Destin & kak Binbin dan tanpa sadar belanja habis-habisan. Bude Sus paling terkesan dengan budaya antri dan saling menghargai pemakai jalan di Malioboro. Ketika ada Andong lewat, semua becak serta kendaraan segera menepi untuk memberi jalan. Andai semua pemakai jalan sesopan itu, aduh... ketertiban lalu lintas bukan lagi impian.

Di hari keenam akhirnya bude Sus pulang ke Jepara dengan membawa rindu pada keluarga. Bude Sus sempat berhenti sejenak di Bawen untuk melihat produk mebel dari kayu kelengkeng serta membeli oleh-oleh buah pisang dan papaya serta Lombok rawit merah yang sangat pedas.

Mebel dari kayu pohon Kelengkeng memiliki bonggol-bonggol unik dan tak ada duanya.

Sampai di rumah kak Destin dan kak Binbin senang sekali dengan oleh-oleh bude Sus dan langsung memakai kaos yang bertuliskan Ganteng Lahir batin. Mereka mengajak bude Sus jalan-jalan beli es krim serta bermain di alun-alun kota Jepara.


Ah, sungguh perjalanan yang sangat berkesan dan sarat makna. Meski sepanjang jalan bude Sus selalu berjalan terpincang-pincang, namun bude Sus tetap menikmati tugas yang telah bude Sus sepakati karena itu adalah bagian dari tanggung jawab. Pemenuhan janji dan profesionalitas yang harus dijaga agar klien yang telah jauh-jauh datang dari Eropa tidak kecewa setelah membayar jasa bude Sus. Bude Sus selalu berusaha optimis meski di awal banyak hambatan, namum selalu ada akhir yang indah jika kita mau meyakininya.
Segitu saja ya cerita bude Sus. Jangan sedih dan takut dengan beberapa cerita bude Sus yang tidak sempurna karena seperti itulah hidup, sayang. Kita tak selalu mendapat yang terbaik. Tapi ayahbunda Vania pasti akan berusaha memberi yang terbaik bagi Vania.
Sekali lagi selamat ulang tahun ketiga, Vania cantik. Jadilah putri yang ceria dan memberi bahagia dan bangga bagi ayahbunda. Jadilah putri yang sholikhah dan teruslah belajar dari sekitarmu. Peluk cium dari bude Sus dan kak Destin-Binbin. Semoga kelak kita ada jodoh bertemu, ya…..
*************************
Posting ini khusus Susi persembahkan untuk Vania Cantik, putri dari mbak Lyliana Thia untuk memeriahkan Vania’s May Giveaway.

Keceriaan Destin - Binbin dan Jajan Bolang-Baling Khas Kudus

Beberapa hari ini di rumah Susindra sangat sibuk dan ada banyak pekerjaan berkaitan dengan proses pengiriman mebel pekerjaan papa Susindra. Tapi syukur alhamdulillah semua sudah selesai hanya menyisakan badan yang masih njarem karena terlalu capek serta kantuk yang sulit dilawan. Yap, proses recovery masih berlangsung di sini.
Beda mama & papa Susindra yang sedang proses recovery, si duo D&B tetap melakukan aktivitas harian mereka, belajar dan bermain. Ada saja yang mereka lakukan berdua. Sering dihiasi gelak tawa dan lari-lari, lebih sering dihiasi teriakan karena berebut sesuatu. Ck..ck.. anak-anak. Tapi teteeeep.... kami beuntung punya si sulung Destin yang suka ngalah jika berebut dengan adeknya Binbin meski tak jarang harus bertengkar dulu, dan Binbin si adek yang meski kendel (berani) tapi langsung menciut begitu Destin melotot atau berteriak. Hasilnya sih dua-duanya menangis. Hahahaha............
Siang kemarin panas sekali. Tapi tetap saja, keceriaan anak tak pernah memperhatikan cuaca. Mereka enjoy saja menikmati jajanan siang yang baru saja kami beli di Saudara Swalayan Jepara, Bolang-baling. Ini jajanan kesukaan kami. Aslinya sih jajanan khas Kudus, tapi karena kota kami bersebelahan, mudah sekali mendapatkan jajanan ini di pasar. Bedanya bolang-baling yang beli di Ramayana Kudus lebih empuk, hehe. 



Bolang-baling paling enak ditemani teh tawar hangat
 Sorenya, usai mandi si duo D&B meminta memakai baju merah-biru yang Susi belikan di Malioboro bulan kemarin. Mereka ingin memakai baju baru dan mengajak kami jalan-jalan sore. begitu kesepakatan dibuat, mereka begitu bahagia dan siap beraksi di depan kamera.


Anak-anak.... keceriaan mereka membuat dunia kita semakin indah.

Intuisi Ibu untuk Memilih Teori Pengasuhan Anak

“Saya pernah mempunyai 4 teori tentang pengasuhan anak, dan waktu itu saya belum punya anak. Sekarang saya punya 4 anak dan saya tidak punya teori lagi.” Itu adalah quote spesial Dr James Dobson yang membuatku terpana. Bukan karena isinya, tapi lebih karena kebenaran yang terkandung di dalamnya.
Dulu, sebelum menikah, Susi suka gregetan dengan keponakan yang sulit diatur, suka berteriak jika meminta sesuatu, atau bahkan suka berebut mainan dan berakhir dengan tangisan teriakan. Rasanya dunia damai Susi langsung sirna. Karena penasaran bin jengkel, Susi membeli tabloid Nakita dan beberapa buku pengasuhan anak khusus untuk saudari Susi. Semua saran nampak masuk akal dan wajib dicoba, tapi anehnya yang dibelikan menjawab, "ah,  hanya teori." Jengkel ga sih?
Kemudian, waktu berlalu, dan Destin hadir di kehidupanku. Tabloid Nakita jadi langganan utama selain buku-buku teori pengasuhan anak lain. Intinya, Susi harus belajar jadi ibu yang baik dari pengalaman-pengalaman orang lain yang berhasil maupun gagal. Alhamdulillah, bisa dikatakan Susi puas dengan pertumbuhan dan perkembangan Destin baik secara fisik maupun psikologi. Memang banyak teori yang bertentangan, sebanyak yang sejalan, namun Susi memakai intuisi ibu untuk memilah dan memilih mana yang Susi pakai
Di usia 3,5 tahun, Susi harus menyiapkan kedatatangan Binbin hingga lagi-lagi buku tori pengasuhan dan pengalaman lalu yang diandalkan. Ternyata.... anak kedua juga merupakan pengalaman pertama karena anak begitu unik dan tak bisa disamakan. Tak perduli berapa pun jumlah anak kita, kita tetap harus belajar karena selalu merupakan pengalaman baru. Dan kemudian kutemukan buku "Menjadi orang tua teladan bagi anak." Di situlah Susi menemukan quote istimewa di atas. Jangan terlalu teoritis dalam mengasuh anak. Baca buku sebanyak-banyaknya, kemudian lupakan. Berapapun jumlah buku yang kamu baca tidak akan berguna jika kamu tidak pandai memilih mana yang cocok digunakan saat ini karena beda kasus beda penanganan. Jika 1 tepri gagal, masih ada 99 teori lagi. Biarkan intuisi-mu yang telah terisi ingatan akan teori itu menentukan mana yang terbaik bagi anak. Tapi jangan lupakan 3 hal ini:
  1. Komitmen
  2. Pandang mata anak, dan sejajarkan badanmu dengannya, dan peluk bahunya meski meronta.
  3. Jaga bicara kita tetap berwibawa.
Ketiganya sangat manjur digunakan untuk menangani anak yang bandel -- Susi tak pernah setuju dengan kata ini - apa boleh buat, soal dari mas Bayu seperti itu. :( -- dan susah diatur. Intinya, tekankan pada anak bahwa kita bosnya. "Rumahku, aturanku" mungkin itu padanan kata yang tepat jika kita menghadapi orang dewasa. Jadi dengan berkomitmen pada aturan yang telah kami sepakati, tak ada rengekan atau tangisan apapun dari Destin dan Binbin yang bisa meluluhkan komitmen. Dengan demikian, Destin dan Binbin mengerti bahwa dalam hidup ada aturan yang harus ditaati. Dan untuk membuat mereka mengerti, kita tak harus keras, kan? Cukup 3 tips di atas. Ini adalah jawaban dari pertanyaan # Bagaimana jika menemui kendala anak yang bandel & susah diatur?.dan # Perlukah kita menggunakan kekerasan dalam mendidik anak?.
Ada dua lagi pertanyaan yaitu Bagaimana mendidik & mengarahkan anak sesuai potensi bakat & minat anak? Dan bagaimana cara kita menyikapi & mengarahkan anak di era global yang penuh kemudahan dalam akses internet, fitur handphone yang multi fungsi & terjangkau? Hmm.. 2 pertanyaan ini sebenarnya masih jauh karena toh jeng Uzlifahtul Fitriah istri dari mas Bayu masih hamil.
Kita sangat beruntung karena berada di generasi yang lebih baik dari masa kecil kita dulu. Di semua tempat saat ini, hampir semua sekolah TK menggunakan teori Multiple Intelligences yang terkenal itu. Jadi penilaian kesuksesan belajar anak tidak lagi ditentukan angka matematis dalam raport, tapi lebih jauh, apa bakat minat anak yang menonjol. Bahkan penerimaan murid di sekolah SD pun menggunakan questioner yang penilaiannya lagi-lagi disesuaikan bakat minat anak. Gayung pun bersambut, saat ini banyak sekali sekolah non formal dari bayi sampai dewasa yang mendukung pengembangan bakat minat anak. Kita orang tua hanya perlu mengarahkan dan mengembangkannya. bagaimana caranya? Kita mulai dari rumah, di usia sedini mungkin.
Kita mulai dari usia 4 bulan untuk memperkenalkan aneka permainan kreatif sambil melihat mana yang menarik hati anak. Dari bola, permainan dari kain flanel aneka bentuk - semua ada di toko mainan anak. Sambil bermain, bayi belajar sesuatu, dan kita orang tua memperhatikan kemana bakat minat anak. Ketika usianya cukup - masa balita terlewat, perkenalkan dengan aneka seni dan olah raga sambil melihat mana yang paling dia suka, dan kembangkanlah. 
Perkenalkan dengan komputer dan internet sejak dini agar anak melihat dunia luar. Bisa dimulai dari google image, google earth, youtube, dll. Biasakan anak bertanya dan cari jawaban di internet. Memperkenalkan internet tanpa menakutinya tidak akan membuat mereka penasaran. Malahan, akan membuat mereka tahu, "Bagaimana cara bertanya pada internet dengan sopan" hingga hanya jawaban sopan yang tersedia. Tentu saja, kita sebagai orang tua harus berdisiplin diri. Jika tak ingin anak membuka situs itu, jangan pernah membukanya. Jangan jadi orrtu yang jarkoni - iso ujar ga iso nglakoni (melarang tapi mengerjakan sendiri). Jika ingin anak yang baik, buat diri kita jadi manusia yang baik dulu. Jadi role model yang baik agar anak kita baik.
Ah, semua kembali ke kita orang tua. Kitalah yang mempersiapkan cetakannya, menyiapkan bahannya, kemudian mencetaknya. Pertanyaannya kemudian, pandaikah kita membentuk dan menghaluskan produk kita sesuai yang kita inginkan? Itu pertanyaan yang patut direnungkan. Jika anak diibaratkan seperti itu tentu saja.
Artikel dan renungan ini Susi ikutkan dalam Give away mas bayu. 
Create your own banner at 
mybannermaker.com!

Met ultah buat dek Uzlifahtul Fitriah (aduh, masih muda sekali, ya) yang sekaligus ultah pertama pernikahan Bayu Family. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan rahmah di keluarga kecil kalian hingga nanti. Diberi momongan yang sehat, soleh/solehah, dan menjadi khalifah terbaik di bumi Allah. Semoga. Khusus buat dek Fitri (kusingkat namanya, ya?) yang ulang tahun, semoga kehamilan dan proses melahirkan serta menyusuinya dimudahkan dan dilancarkan. Semoga siap menjadi ibu yang terbaik bagi putra-putrinya, dan semoga semua do'a peserta Givaway Bayu terkabul. Amin.

Jangan Pernah Bilang Binbin Nakal

Binbin nakal, kata tetangga dan beberapa keluarga dekat atau jauh. Hmmm... masa iya, sih? Aku tidak melihat kenakalannya dimana. Bukan karena Susi ibunya lalu berkeras mengatakan anaknya tidak nakal, ya.
Dari semua yang kulihat dan pengakuan saksi mata, yang bisa kusimpulkan hanyalah Binbin selalu mempertahankan apa yang menjadi miliknya dan tidak pernah mau menangis jika dipukul teman. Selama itu miliknya dan dia sedang ingin memakainya, maka akan dia minta, jika perlu direbut. Dan temannya selalu menangis meski tidak perlu dipukul. Jadi Binbin yang nakal, ya?
Pada suatu hari yang terik di pesta pernikahan saudara, Binbin tengah asyik bermain di tiang rumah. Dua saudara sepupunya ingin ikut bermain namun ditolak Binbin. Hasilnya sih Binbin dipukul dan didorong sampai jatuh. Namun Binbin tetap bertahan memegang tiang sampai di dorong dan dipukul lagi. Setelah 4 kali jatuh dan yang terakhir kali kepalanya terantuk lantai, Binbin balas mendorong satu kali . Tangannya yang kecil mendorong dua sepupunya sekaligus. Meski jatuhnya ringan, mereka menangis. Hasilnya? Salah satu penonton adegan itu mengatakan, "Susi, anakmu nakal, tuh. Saudaranya dijatuhin sampai nangis" Lagi-lagi Binbin yang nakal. Aku hanya jawab, agak kasar, sih. "Kalian tidak lihat Binbin didorong 4 kali sampai terantuk kepalanya? Apa yang tidak pernah nangis yang nakal?"
Kata nakal adalah forbiden word di rumah Susindra. Apapun polah anak, kata nakal terkunci aman dari bibir Susi & papa. Mereka hanya kreatif. Mereka hanya ingin tahu. Tugas kami sebagai ortu untuk mengarahkan dan mengajarkan mana yang boleh dan mana yang tidak. Itu saja yang kami yakini. Sebenarnya tidak ada anak yang nakal, mereka hanya tidak tahu. Khusus untuk Binbin, kami merasa bangga karena dia anak yang berani mempertahankan miliknya meski dia harus dipukul atau di dorong-dorong. Tak jarang ortu teman Binbin harus turun tangan merebut mainan Binbin jika anaknya memaksa pinjam. Tapi Binbin tak pernah butuh bantuan kami untuk merebutnya kembali. Ya, kami hanya mengawasi saja sampai dimana dia bisa mempertahankan haknya. Terbersit harapan besar kelak Binbin akan menjadi jendral besar yang tak pernah takut mempertahankan kebenaran. Semoga.

Foto-Foto Ekslusif Kegiatan Destin di Pendopo Kabupaten Jepara

Masih nyambung di posting kemarin tentang kegiatan Destin di Pendopo Kabupaten jepara dan bertamu di dalam kabupaten. kami para ibu yang menemani anak sebagian kecil merasa sangat exited hingga ikut berbaris di belakang anak-anak untuk melihat ke dalam pendopo.
Sebagai warga Jepara Susi bangga sekali dengan furniture pilihan  serta ragam elok hiasan ukir khas Jepara yang ada di dalam. Benar-benar presentasi sebuah kota ukir. langsung saja ya cekidot foto-fotonya.

Pendopo Kabupaten Jepara Tampak depan. (yang ini foto pinjam dari situs resmi Jepara) Jika ingin baca sejarah pendopo yang dibangun tahun 1750, silahkan baca di sini.

Bagian terdepan Pendopo dipenuhi kursi tamu berukir yang indah juga sketsel dengan ukiran khas jepara.

Pintu masuk area privasi, yaitu tempat tinggal pak Bupati. sampai sini, ya... sebenarnya Susi punya foto-foto ekslusif di dalam. tapi Susi ragu mem-postingnya.


Foto RA Kartini menghias di banyak ruangan. beliau pahlawan kebanggaan warga jepara. Foto yang ini berada di area terdepan.
Cukup segitu dulu, ya. jika ada kesempatan ke Jepara, nanti kita sama-sama menjelajah pendopo jepara yang juga merupakan sejarah perkembangan seni Ukir Jepara. Pokoknya super keren. Susi yang sangat akrab dengan mebel ukir khas Jepara saja terkagum-kagum di sana.


Kegiatan Sekolah Destin Di Pendopo kabupaten Jepara Hari ini

Hari ini Sekolah Destin mengadakan acara keluar untuk yang kesekian kalinya. Agenda Utamanya berfoto bersama pak Hendro - Bupati Jepara, mengenal dan mengunjungi rumah serta kamar RA Kartini serta menggambar. 
Sebenarnya tadi pagi Susi malas menemani Destin. Kepala pusing & Gigi kanan kiri tiba-tiba sakit. Aduuuhh.... tersiksanya. Tapi pengorbanan (masa sih?) Susi sangat berharga karena ini pertama kalinya Susi masuk ke dalam pendopo kabupaten dan masuk ke kamar RA Kartini! Bangganyaaaaa........ Langsung saja ya cekidot foto-foto yang Susi abadikan sambil mengusap-usap pipi jika sempat. 
Seluruh Kelas B1 berfoto bersama Pak Hendro.

Senyum si Kriting Destinku paling Ganteng. Ya yalah. Kalo bukan mamanya, siapa lagi yang memuji? Destin berasa di baris belakang tengah.

Sebelum bubar, mencium tangan pak Hendro

Destin tampak gagah dengan seragam batiknya.

Sebelum masuk ke dalam pendopo kabupaten, anak-anak harus antri yang rapi. Sambil menunggu, anak-anak diminta menyanyikan lagi Ibu Kita Kartini & membaca Solawat do'a.

Pintu menuju Kamar RA Kartini. Semua mebel telah dipindah ke Museum Kartini. Ternyata kamar beliau kecil, loh. Lihat foto asli beliau di sana? 

Sebelum menggambar, anak-anak diminta duduk rapi. Hiks... tak mudah jadi guru TK. Salut!

Berdo'a dulu sebelum menggambar. Selalu ada satu - dua anak yang diminta maju memimpin temannya. Kelompok memimpin do'a Destin setiap hari Selasa. menurut informasi gurunya, Destin lebih sering menolak. Yah, semoga nanti di SD lebih berani ya, nak. Mama tetap yakin kamu berani jika mau.

Semua guru ikut memanfaatkan sesi foto.

Foto guru kelas Destin di belakang pojok kiri dan Depan paling tengah dan imut. Bu Sofi yang imut juga keponakan Susi.

Foto Susi terbaru & tergemuk. xixi... hasil jadi Susi Sutresnowati selama 10 hari yang selalu makan & tidur karena gundah gaulana. Hiks... aneh sekali karena selama 10 hari itu Susi neg sekali tiap di depan komputer. Bahkan maen game saja harus menunggu Binbin nangis padahal Susi gamer sejati. Mohon maaf juga jika kegiatan blogwalking sempat terhenti sejenak. Syukur alhamdulillah masalah selesai dan waktunya diet lagi!

Si Merak di taman pendopo kabupaten Jepara ikut menunjukkan kecantikannya. Ups... hanya jantan yang bisa mengembangkan ekor seindah ini.

Yep, dengan ini petualangan Susi di pendopo kabupaten Jepara berakhir. tapi masih banyak foto-foto bagus yang berhasil Susi abadikan di dalam pendopo kabupaten. Jangan lewatkan posting besok pagi, ya..... foto-foto ekslusif yang Susi tak yakin boleh diposting tidaknya. Hmm... tanya teman dulu. xixi.... 

Tradisi Perang Obor Di Jepara

9 Mei 2011 kemarin di Jepara ada perang obor di desa tegal Sambi Jepara. Ini tradisi asli orang Jepara loh. Tongkat api yang digunakan berasal dari daun blarak (daun kelapa kering) dan klaras (pelepah daun pisang kering) berapi dan saling dipukulkan ke tubuh lawan. Bentuknya disesuaikan dengan legenda Kyai Babadan dab Ki Gemblong. Dan Anehnya, semua peserta tidak terbakar. Luka melepuh yang didapat 50 "prajurit" perang segera disembuhkan dengan minyak Londoh.


Biasanya tradisi Perang Obor dilakukan di hari Selasa Pon bulanZulhijjah. Sebelum acara dimulai akan diadakan selamatan di 7 tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat Tegal sambi. Setelah itu seekor kerbau jantan muda yang belum pernah dipakai membajak sawah disembelih di rumah kepala desa. Pada pukul 17.30 WIB pak Bayan meletakkan sesajen yang salah satunya darah kerbau yang disembelih tadi serta daging & jeroan yang sudah dimasak. Tepat pukul 8 malam, acara perang obor pun dimulai. Perang ini berlangsung sekitar 1 jam. 
Pertama kali menyaksikan perang bor pastilah sangat menegangkan sekaligus menyenangkan. Api beterbangan di atas kepala kita yang terlalu dekat di bahu jalan yang dipakai untuk perang. Tapi jangan khawatir, tak pernah ada kecelakaan karena petugas selalu tanggap dan sebagai penonton, tentu saja kita memperhatikan keselamatan diri sendiri, kan? 
Jika ingin tahu lebih bnyak tradisi ini, silahkan membuka di situs resmi Jepara. Foto pinjam dari koleksi mas Anis. Beliau selalu punya foto-foto yang super keren, loh.
Sedikit tambahan dari mas Prabu - Saifudin yang memberikan link dokumentasi video Perang Obor 2011. Cedkidot kedahsyatan api di Perang Obor Jepara

Kodrat Wanita Yang Sulit Diingkari

Wanita makhluk istimewa. Diberi kelembutan dan Ketegasan. Meski terlihat lemah, namun lebih tahan dan lebih cepat bangkit jika jatuh dan tersakiti.
Pagi ini Susi tidak ingin membicarakan kelebihan dan kelemahan wanita karena sudah ada di sini. Lengkap dengan bagaimana behind the scene proses penciptaan wanita. Meski bangga menyeruak kala membacanya. Pagi ini Susi ingin bercerita tentang hasrat terdalam Susi untuk menjadi wanita seutuhnya.
Alhamdulillah Susi telah menikah dan melahirkan 2 anak laki-laki, Destin (6.5 tahun) dan Binbin (3 tahun) serta berbahagia bersama mereka. Susi suka memasak dan tetap memaksakan diri mengerjakan pekerjaan sehari-hari karena Susi tidak suka punya asisten rumah tangga. Hanya satu kegelisahan Susi yaitu pilihan penampilan. Sampai detik ini, di usia menjelang 32, Susi tetap nyaman memakai celana jeans pendek/panjang dan kaos oblong jika bepergian. Susi tetap tidak nyaman dengan bedak dan segala macam kosmetik. Rasanya kok jauh sekali dari kesan wanita meski Susi memanjangkan rambut. 
Kenapa Susi gelisah? Dalam rangka pernikahan keponakan tanggal 1 Juni nanti, beberapa hari ini Susi mencoba memakai beberapa gaun & gamis di butik kakak. Ternyata Susi terlihat anggun memakai gamis maupun gaun ala Malaysia yang sedang trend saat ini. Satu persatu kucoba, aduuuhhh... ternyata aku bisa terlihat cantik jika mau. *narsis* Sejak itu beberpa kali Susi terbayang-bayang memakai gaun. Apakah sudah waktunya menjadi wanita muslimah anggun? Siap-siap menghitung dana yang dibutuhkan. Tapi bagaimana dengan rencana backpacking Susi ke Perancis, ya? Ups... ada setan lagi ngrayu. makasih ya sudah baca curhat ga penting Susi pagi ini.
Salam hangat selalu dari Jepara Bumi Kartini. Jangan lupa ikuti Giveaway Susindra, ya.

Jadi Ibu Rumah Tangga plus Bloggerwati

Hari pertama sebagai ibu rumah tangga kembali. Yep, per jumat kemarin Susi resmi resign dari kantor. Tak ada alasan spesial, hanya ketidakcocokan cara kerja dan aku tidak melihat diriku berkembang di sana.
Ternyata bekerja memang sangat menyenangkan. Seperti beristirahat sejenak dai rutinitas rumah yang meski membahagiakan, terkadang melelahkan. Berangkat dari rumah jam 7 pagi dan sampai rumah jam 5 sore membuat kami semua bahagia. Anak-anak menjadi lebih mandiri namun juga lebih menyadari betapa pentingnya mama. Papa juga berhasil membuktikan sebagai superdad. Dan aku berhasil membuktikan meski menjadi ibu bekerja, di rumah aku juga ibu rumah tangga yang cukup baik.
Aku sangat bersemangat menikmati peran ibu rumah tanggaku. Pagi ini aku langsung memasak masakan istimewa karena tadi malam jam 10 aku sudah mencuci piring dan mengepel rumah. Jadi kerjaan pagi ini hanya memandikan D&B, memasak sambil mencuci baju. Semua pekerjaan kelar kecuali mencuci baju. Papa langsung meng-cut aktivitas cuci baju, alasannya karena kami telah mengambil tenaga cuci-setrika. Katanya dia lebih sua aku berblogging sambil menyelesaikan proyek website furniture dan guide furniture yang Susi siapkan dan targetkan 3 bulan mendatang berhasil mendapatkan penghasilan. Oke deh papa. Aku siap blogwalking menyapa teman.

Pertanyaan Anak yang Menyerempet Bahaya

Setiap hari, aku selalu melihat berita di TV. Daripada menonton sinetron, aku lebih suka melihat berita. Bagiku berita tidak mungkin menakutkan. Ternyata, siang itu merubah pandanganku. Melihat berita sebaiknya tidak bersama anak. Mengapa?
Ya, kala asyik menyiapkan masakan hari ini sambil menonton berita, aku tidak tahu bahwa Destin sudah menyusulku. Rupanya dia sudah bosan bermain di depan meskipun beberapa teman masih setia bermain. Tak lama setelah itu, tiba-tiba Destin bertanya; “Ma, memperkosa itu apa? Kok ditangkap polisi? Jahat, ya, ma?"
Oh, la la … aku kaget campur bingung menjawabnya. Dalam hati aku membatin “Anak ini … bukan hanya cerewet, tapi juga selalu ingin tahu. Setiap kali jalan-jalan dia selalu bertanya ini apa, itu apa, pelangi itu apa, mendung itu apa, kenapa pohon pisangnya bengkok, kenapa jalannya rusak, kenapa … Semua harus dijawab dan setiap jawaban bermuara pada mengapa lagi sampai kami kembali ke rumah. Pertanyaan itu sih tak apa, aku bahkan senang dan bangga karena dia tidak lupa pada jawabanku. Tapi ini? MEMPERKOSA. Aduh … pasti Destin yang pengen jadi polisi tertarik mengikuti berita karena ada pak polisi di dalamnya.
Aku jadi bingung jawab apa. Aku diam agak lama setelah mengatakan “Apa ya … Tunggu sebentar mama selesaikan mengiris bumbu ini. OK?”
Jawaban itu sebenarnya taktik agar dapat memberi jeda dan waktu berfikir berfikir sebelum menjawab. Kerena mengelak menjawab, apalagi menjawab “Stt, tabu!” atau menolak menjawab adalah tindakan kuno yang membuat anak penasaran dan mencari jawaban pada orang lain. Sekarang bukan saatnya memarahi anak karena bertanya seperti masa kecil kita dulu.
Setelah selesai mengiris bumbu, aku menjawab Destin, “Memperkosa itu perbuatan yang sangat jahat sehingga dia ditangkap pak polisi dan harus dipenjara yang lamaaaa sekali.”
“Kenapa?” Tanya Destin lagi.
“Karena menyakiti orang lain. Bikin orang nangis.”
“Oh, gitu, ya ma. Pak polisi menangkapnya dimana, ma?”
“Di rumahnya.”
“Kalo Destin jahat, polisi datang ke rumah Destin?” Lanjut Destin.
“Iya.”
“Kalo gitu, Destin ga mau jadi bocah jahat, ah, ma. Destin mo jadi bocah baik. Destin kan pengen jadi poporanger (baca = Power Ranger). Poporanger kan temannya pak polisi. Iya, kan, ma?”
Duh, beruntung sekali Destin tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.
Uuuh … Destin, Destin, bikin aku jadi kebat-kebit karena pertanyaanmu, nak.
****************************************************************
Repost dari Blog pertama Susi, duniamama. Banyak sekali hal indah yang aku share di duniamama. Sayang sekali dobel blog utama di blogger sangat merepotkan. Jadi semua kupindah di blogsusindra.

Giveaway Gaphe


Sehari ngejar 3 posting? Hmm… Susi sedang kejar target nih. Banyak kontes yang hampir berakhir masa edarnya.
Sekarang Susi sudah ketularan jadi banci kontes? Mungkin iya. Hasrat sih sejak lama tapi timingnya yang sulit diatur. Bahkan kontes teman dekat saja aku sudah minta ijin duluan untuk tidak ikut.  Tapi sekarang beda. Susi sudah murni menjadi ibu rumah tangga sekaligus blogger, jadi waktu dan tenaganya lebih leluasa. Yep, kemarin hari terakhir Susi menyandang jadi ibu bekerja.
Susi nyesel terlewatkan Cerpelai-nya bang Aswi padahal waktu edarnya sangat lama. Bagaimana lagi, April kemarin memang sangat berat & Susi sedang krisis identitas (seperti remaja saja) dan sangat sibuk sekali nemen pol. Nah…. Hari ini terlewatkan Giveaway Gaphe lagi.
Berhubung aku sudah janji ikutan & naksir awardnya, so.. kupaksain nulis juga meski jelas diskualifikasi. Boleh ya Phe? Ini dia awardnya.

Aku kenal gaphe pertama kali dari posting pakde Cholik tentang kontes Yumilah Yumiwati. Sang komandan Blogcamp & NewBlogCamp menikmati aneka lauk di resto Padang. Swear bikin ngiler. Mungkin itu yang membuat pakde menangin kontes Yumilah Yumiwati, ya?
Sejak itu aku sering dolan ke sana tuk menikmati celotehnya tentang makanan dan petualangannya di manapun. Mengingatkanku pada Trinity yang menulis buku Naked Traveller itu loh. Gaya ceritanya lugas dan apa adanya. Dia santai saja membuat kami tertawa dengan kisahnya yang lucu. Ada 5 kalimat special tentang Gaphe dariku untuk menjawab apa arti Gaphe bercerita buatmu? Siap jawabannya, Phe?
Gaphe bercerita bagiku berarti sebuah blog yang jujur mengupas apa saja – jalan-jalan, makanan, kegiatan sehari-hari – pengalaman yang sangat sulit didapatkan sebagian besar dari kami. Membaca tulisanmu serasa berkelana menembus kotak layar computer apalagi selalu ada foto-foto indah yang kamu sertakan. Membaca Gaphe bercerita berarti mengenalmu lebih dekat secara personal meski belum pernah bertemu. Membaca Gaphe bercerita mengenalkanku pada banyak sekali sahabat blogger baru. Dan membaca gaphe Bercerita adalah salah satu hiburan yang layak ditunggu.
Hanya 5 kalimat, ya. Semoga kamu sukses selalu.

Belajar Kearifan Budaya Jawa dari Buku Tirai Menurun Karya NH Dini

4 tokoh dengan karakter dan garis nasib berbeda mengadu nasib di kota Semarang sebagai anak wayang di padepokan Kridolaksono pimpinan pak Cokro. Kedasih, Kintel, Sumirat, dan Wardoyo, 4 anak wayang yang selalu setia menyajikan budaya luhur Jawa meski tergerus jaman.
Di waktu malam mereka menjelma menjadi putri, pangeran, raja, ratu, maupun resi pertapa suci dengan bermandikan gemerlap sinar lampu dari perada maupun manik-manik. Di siang hari mereka memainkan nasib sebagai rakyat jelata yang papa dengan dibebani selaksa kebutuhan hidup dan perut. Apakah itu cukup? Tidak. Gelar anak wayang maupun ledek juga berarti negatif di kalangan masyarakat normal. 4 tokoh di atas terlalu mencintai profesi dan padepokannya hingga tak peduli dengan anggapan masyarakat. Mereka harus mbarang untuk membeli nasi besok pagi.
Sumirat yang lembut dan sangat berbakat menari menemukan cintanya pada si duda beranak empat Wardoyo yang juga penari Sri panggung. Mereka berdesakan menempati sepetak mess padepokan yang hanya berdinding triplek. Kedasih, sri panggung kedua lebih beruntung karena menikah dengan Kintel yang menjadi juragan becak yang sekaligus memanfaatkan badan raksasanya untuk menjadi tokoh hewan di panggung. Bersama tokoh-tokoh utama padepokan Kridolaksono, mereka bertahan mengimbangi gerusan teknologi bioskop yang baru memasuki kehidupan kota Semarang. Tak terhitung duka nestapa maupun selaksa bahagia mereka alami. Tak terhitung kecintaan mereka akan wayang sehingga berani menentang kehendak orang tua yang menginginkan anaknya mapan menjadi pegawai kantor.
Buku ini sarat akan pepatah dan budaya Jawa. Di semua halaman bertebaran pepatah Jawa maupun gerakan tari yang sangat orisinil sehingga saya yang asli Jawa terus saja terkagum-kagum dengan pengetahuan NH Dini. Lebih jauh, NH Dini terlalu jujur mengupas kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa pinggiran yang masih senang tirakat, Islam KTP, maupun yang mengaku tidak beragama sehingga cukup membuat jengah. Lepas dari itu, kita bias belajar tentang budaya Jawa pinggiran, kehidupan sehari-hari anak wayang, tata cara nglakoni, mitoni, menikah, selapanan, semua lengkap di sini.
Membaca buku ini mengajarkan kita pada hidup yang setiti, legowo, nerimo ing pandum, dan tetap yakin bahwa kemuliaan selalu bisa didapat meski kita miskin.
Ada sebuah quote indah di buku ini yang aku suka – ada puluhan quote spesial di semua buku – dan layak direnungkan.
Rame ing gawe, sepi ing pamrih
Memayu hayuning bawono
Banyak berkarya tanpa mengharapkan balasan
Membangun kebahagiaan lingkungan.
Review ini diikutkan dalam Kita Berbagi yang diselenggarakan Cyber Dreamer neng Inge. Semoga bukunya buat Tante ya say. Tante suka mereview buku kok. Hehe… siapa tahu rayuan pulau kelapanya manjur dan bukunya meluncur ke Jepara. Amin.

Giveaway Susindra Resmi Dibuka

9 hari menjelang satu tahun pertama blogsusindra, di suatu pagi yang indah pasca hujan. Pikiran Susi jadi agak berkelana tentang Giveaway Susindra lagi. Pengen rasanya berbagi bahagia bersama sahabat blogger sambil menuai sedikit keuntungan dengan traffic blog dan SEO*ting! Ini kan imbal balik yang sangat wajar, kan?
Kemarin siang, sempat mencorat-coret di kertas kecil berukuran 5 x 8 cm sebuah ide sederhana tentang mekanisme giveaway Susindra. Sebuah saran dari mas mondor tempe untuk memberikan hadiah yang bersifat personal dan ada namanya di sana dipadu dengan sebuah ide mempromosikan kota jepara tercinta. Beragam ide terbentuk karena Jepara memang kaya akan handicraft dan souvenir istimewa. Akhirnya …. Sebuah solusi tercipta. Dan taraaaa…. Giveaway Susindra siap di-launch.
Tak semua pengunjung blogsusindra adalah blogger, jadi giveaway dibagi 2. Hadiah istimewa bagi sahabat blogger dan hadiah pulsa bagi pengunjung setia blogsusindra. Jadi penulis dan nonpenulis tetap kecipratan sedikit rejeki yang Susi terima dari kantor kemarin. Siap? Langsung saja, ya…..
Hadiah bagi pengunjung setia blogsusindra:
1.    Pulsa senilai Rp 20.000,- bagi komentator ke 1000. Silahkan berkomentar ria, nanti jika sudah sampai ke komentar ke 1000 pasti akan segera Susi beritahukan teman-teman saat itu juga.
2.    Pulsa senilai Rp 20.000,- bagi pengunjung ke 20.000,- blogsusindra. Cukup lihat gambar di bawah ini, jika kamu beruntung, segera pencet tombol print screen di keyboard kamu, paste dan kirim ke suzy1209@gmail.com lengkap dengan nama, alamat, no hape. Karena menggunakan laptop baru & belum bisa edit gambar serta ada 2 penghitung jumlah pengunjung, mana yang berlaku akan Susi posting kemudian, ya.
Hadiah bagi sobat blogger Susindra:
1.    Gelang dari bahan monel khas Jepara
2.    Kalung dari bahan monel khas Jepara
3.    Cincin dari bahan monel khas Jepara
Apa keistimewaan hadiah ini? Sebuah perhiasan dari monel yang bisa dipakai sobat blogger pria maupun wanita bahkan putra-putri tercinta dengan design ekslusif berupa ukiran nama. Jadi pemenang bisa menentukan nama yang akan ditorehkan ke dalam hadiahnya. Contohnya seperti gambar yang kupinjem ini. Model akan menyesuaikan selera pemenang agar hadiah benar-benar personal.

Karena hadiahnya istimewa, untuk mendapatkannya juga harus bersusah payah sedikit, ya? Sedikit kreativitas dan untaian kata bermakna. Intinya, ceritakan tentang:
1.    Dari 1 tahun karya Susi, posting mana yang kamu suka dan apa alasannya.
2.    Kesan pesanmu bagi blogsusindra.
Silahkan posting di blog sahabat mulai hari ini, tanggal 7 Mei 2011 sampai tanggal 28 Mei 2011. Pastikan ada minimal 3 kata Susindra di dalam posting lengkap dengan url http:blogsusindra.blogspot.com. Mengenai jumlah tulisan, gaya bahasa dan gaya posting dan lain-lain murni kreativitas sahabat blogger. Buat Susi dan team terkesan, dan hadiah istimewa akan meluncur dari Rumah Susindra. Peraturan lain jika masih ada akan diberitahukan kemudian. Satu yang pasti, tidak akan mengubah materi Giveaway Susindra, jadi…. Ayo mulai menulis dan selamat brekreasi!
Jangan lupa menulis url sahabat dibawah ini agar bisa Susi kunjungi, ya.

Bukan Hanya Resensi Buku The Host

10 hari kuhabiskan untuk membaca buku The Host yang setebal 776 halaman. Bukan 10 hari yang mudah karena aku terus saja gelisah sebelum menuntaskan akhir penderitaan Wanderer sang Pengelana yang menghuni tubuh Melanie Stryder. 10 hari adalah hari yang lama sekali meskipun aku membacanya hampir marathon di sela-sela kesibukanku sebagai ibu rumah tangga sekaligus ibu bekerja. Membaca di Halte, di dalam bis, diistirahat siang, di taman Kerang sore hari sambil menunggu jemputan menuju rumah, bahkan di malam buta kala duo juniorku terlelap.  Membaca memang bukan lagi hal yang bebas kulakukan setelah menekuni 2 tugas tanpa asisten rumah tangga. Rasanya pengorbananku sepadan dengan penderitaan yang dialami tokoh utama The Host, yaitu Wanda atau Wanderer.
Buku The Host atau Sang Pengelana karya Stephanie Meyer ini sarat akan sindiran pada kita umat manusia. Kita penghuni bumi terlalu lama lupa akan makna kedamaian hingga menganggap kekerasan adalah hal wajar. Buku ini mengungkap basic insting kita untuk bertahan hidup meski dengan penuh kekerasan. Meminjam istilah Wanderer, manusia bisa menjadi monster yang sangat ramah jika dibutuhkan. 
Adalah sebagian dari kita saja yang sadar ada sesuatu yang terjadi di bumi kala tiba – tiba segalanya menjadi normal. Ketika tiba-tiba semua pecandu narkoba maupun pengedarnya menyerahkan diri. Ketika tiba-tiba tak ada perselisihan pada setiap lomba semacam Olimpiade - semua peserta adalah pemenang! - padahal jelas-jelas terjadi pelanggaran. Bumi yang damai dan ramah bagi semua umatnya. Dan bagi sebagian manusia, situasi ini sangat tidak normal, dan terkuaklah rahasia para Jiwa yang menjadikan manusia sebagai inang barunya. Inang yang sangat berbeda dan menciptakan beragam rasa, indra dan emosi yang tak dikenal Jiwa.
Cerita ini bermula dari kedamaian bumi yang telah tercipta karena ekspansi Jiwa yang telah mencapai tahun ketiga. Segalanya sangat damai seperti Jiwa. Harmonis. Beberapa riak pemberontakan sangat jarang terjadi - dan selalu mampu diatasi para Pencari - sampai ditemukannya Melanie Stryder sebagai inang bagi Wanderer. Wanderer adalah jiwa yang istimewa dan dia menginginkan inang dewasa. Opsi yang tidak akan dipilih jiwa manapun karena inang dewasa rentan pemberontakan dari dalam. Dan Melanie adalah inang ke Sembilan bagi Wanderer
Adalah wajar jika jiwa yang cinta damai segera menyatu dengan inang barunya. Wanderer terlambat menyadari bahwa dia mencintai Jared dan Jimmie – 2 lelaki istimewa bagi Melanie Stryder. Dia telah terlanjur terperangkap dan menjadi tawanan dalam gua persembunyian sekelompok manusia pemberontak yang tersisa karena Jared dan Jimmy berada di sana. Beragam siksaan fisik maupun batin diterima Wanderer karena dia merasa layak mendapatkan setelah menjadikan manusia sebagai inangnya. Menghadapi kekerasan, kecurigaan, penolakan, pengkhianatan sekaligus cinta, penerimaan, kepercayaan adalah sesuatu yang sangat berlebihan bagi jiwa yang sederhana, bahkan jiwa sehebat Wanderer sekalipun. Apalagi ketika ada Ian yang semula bermaksud membunuhnya malah mencintainya. Mencintai Wanderer, bukan Melanie. Monster manusia mencintai Jiwa si cacing parasit. Ending buku ini tentu saja sudah bisa ditebak. Melanie Stryder kembali menjadi dirinya dan menyatu dengan Jared dan Jamie sementara Wanderer mendapat inag baru yang lebih sesuai dan berbahagia bersama Ian. Kisah cinta klasik yang indah, bukan?
Lebih jauh tentang Jiwa, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari buku The Host karya Stephanie Meyer. Tentang bagaimana cara mereka hidup. Semua memiliki peran setara sesuai panggilannya. Sebagai Pencari, Penyembuh, Penghibur, Pengajar maupun pengambil keputusan - istilah yang aneh karena mereka tidak mengenal kata pemimpin. Tak ada yang mengambil sesuatu tanpa memberi. Tak ada transaksi jual beli karena semua bebas dimiliki siapapun - membayangkan narasi Meyer tentang kita bisa belanja di mall tanpa membayar hanya cukup menunjukkan nomor registrasi adalah sentimentil lain Meyer yang kelihatannya mendambakan kesejahteraan merata bagi semua orang *Ting!* Perasaan iri adalah emosi terkompleks yang tidak akan dimiliki Jiwa manapun. Hmm... menarik sekali. Salut Meyer, meski bukan karya terlaris, tapi buku ini hebat sekali. Tapi jangan samakan dengan Twilight Saga, ya? Jika disandingkan The Host, novel Twilight Saga menjadi seperti novel remaja karena lebih mengarah ke romantisme yang memimpikan pasangan kaya raya selama lebih dari 7 turunan. ;*Ting!* Khas Meyer sekali. Benarkah? Kita Tunggu karya keempatnya. karena karya ketiga yaitu Midnight Sun sudah pasti tidak akan terbit karena si penulis masih marah dengan pencurian draft master Midnight Sun. Ada - ada saja polah tingkah penggemar, ya?

Menjelang Satu Tahun Blogsusindra

11 hari menjelang satu tahunnya Blogsusindra dan aku malah terlalu asyik dengan fikiran-fikiran negatif yang membuatku tidak lagi semangat blogwalking *haduh!* Berbagai cara sudah kucoba untuk mengembalikan hasrat yang satu ini, tapi ternyata lebih sulit dari yang aku duga. Akhirnya aku malah lari ke makan dan tidur.
Makan memang satu hobi lama, ya... tapi tidur? Ini yang aneh. Aku tidak pernah tidur siang atau tidur gasik di bawah jam 8 malam. Bahkan aku sudah terlelap jauh sebelum 2 krucil-ku Destin dan Binbin tidur. Aktivitas ini sangat merugikan karena blogwalking hanya bisa kuagendakan pada pagi hari, jam istirahat siang, dan malam hari. Makanya.. maaf jika butuh agak lama bagi Susi dolan. Lagipula, aku tak pernah menggunakan metode fast reading, jadi mood & niat sangat kubutuhkan tiap meninggalkan pesan tulus.
Revenons à nos moutons, ada hasrat terdalam ingin memberikan sesuatu bagi para sahabat blogger. Tapi kala suasana hati seperti ini, Susi masih kesulitan menentukan hadiah apa yang akan kubeli. Hiks.... Pesan sebuah design award ke sahabat lama juga masih belum tergarap. Hiks.... Apalagi konsep pemberian hadiahnya. Jaaaauuuuuhhh... sekali dari ide. Gimana dong? Masa sih satu tahun blog-ku ini berlalu tanpa kesan? Ada ide, teman-teman?

Move With My Cheese!!

Baca posting Bundit tentang buku Who Moved My Cheese, aku langsung googling. Penasaran banget dengan ceritanya. Alhamdulillah langsung nemu ebook & video-nya. Alhasil, kemarin aku asyik menikmati buku pembangun jiwa tersebut. Hasilnya? I feel better
Ceritanya sih sederhana saja, tentang 2 tikus bernama Sniff & scurry serta 2 manusia kerdil bernama Hem & Haw. 4 karakter ini diceritakan berukuran sama dan tinggal di maze yang sama dan menikmati Keju di Station C. Sebagai tikus, Sniff & scurry hanya dibekali insting sementara Hen & Haw dibekali otak. Untuk cerita lengkapnya silahkan baca di sini
Cheese atau keju di cerita ini bisa berarti apa saja. Perubahan, kebahagiaan, kesuksesan, mimpi & cita-cita kita, bahkan keluarga. Itulah cerdasnya buku ini membidik masalah pelik menjadi sebuah dongeng sederhana namun menggugah. Nah, dalam kasus ini, Susi mengidentifikasikan dengan perubahan hidup Susi. 
Memang wajar jika kita takut akan perubahan. Susi pun demikian. Seminggu ini Susi tengah dibuat resah oleh perubahan mendadak yang harus Susi hadapi tanpa persiapan. Sebuah pemikiran buruk tentang kantor baru mengganggu sekali karena Susi belum siap akan perubahan. Pendek kata, Susi merasa kecewa, terluka, marah, tak dibutuhkan, bahkan diacuhkan. Perasaan ini sangat mengganggu kinerja Susi hingga terbersit pemikiran akan mengundurkan diri. Hmm.... 
Syukurlah setelah membaca buku ini perasaan Susi langsung membaik. Dan Susi langsung mendeklarasikan "I'm ready to move with my CHEESE!"
Pertanyaannya kemudian, "Where will I move?" tergantung kemana perubahan membawaku. Meminjam kalimat sakti di buku ini, "Kehidupan selalu cepat berubah. Semua hal disekeliling kita bahkan apa yang sudah kita miliki bisa berubah sewaktu-waktu. Hanya perubahan itu sendiri yang tidak akan berubah."