widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tukang Benerin Komputer

Destin dan Binbin suka sekali bermain game atau sekedar nonton film anak-anak di komputer. Mereka paling suka streaming nonton film di youtube meskipun di komputer ada puluhan film anak-anak seperti Car, Toy Story, Nemo, Barney, Finley... masih ada puluhan film lagi baik yang kartun maupun film seperti Power ranger dan Ultraman. Mereka bebas memilih nonton film apa hari itu. Jika banyak koleksi film, koleksi game kami tak banyak. Well, sebenarnya sih banyak di komputer, tetapi kami sembunyikan dan mereka hanya bermain Zombie, Zuma, dan Sally Spa. Destin paling suka Zombie, dan Binbin paling suka Sally Spa dan Zuma. Komputer mereka hanya satu sehingga harus bergantian. Tak jarang Binbin masih mensabotase komputer saya atau komputer papanya. 

Terkadang mereka berdua berebut komputer sehingga mouse kami cepat sekali rusak. Awalnya kami kukuh membeli yang bermerek sampai kemudian menemukan mouse murah yang juga sama "awet". Berapa kadar awetnya? Hehe...sekitar 3 bulan-6 bulan. Akhirnya kami hanya membeli mouse murah saja. Terkadang kami membeli beberapa untuk persediaan. Lama-lama koleksi mouse rusak kami sangat banyak.

Awalnya, jika ada mouse yang sudah kurang nyaman suami akan membukanya dan membersihkan bagian dalam. Kemudian ketika bangkai mouse semakin banyak, dia mencoba mendandani mouse itu. Ternyata bisa. Dan hasilnya sudah hampir satu tahun ini kami tak membeli mouse lagi karena selalu mendandani sendiri. kanibal sana kanibal sini. Hihi... Ulah bisa karena biasa. Itu kata orang. Dan memang benar. Jika terbiasa biasanya jadi bisa. Seperti ketika kami jengkel karena hard disk dan komputer rusak karena petir. Sebagai pendatang baru di desa ini dan biasa tinggal di dalam kota, kami sama sekali tidak tahu bahwa menara telpon dekat rumah kami sering terkena petir. Dalam 4 tahun tinggal di rumah kontrakan ini, komputer kami sudah terkena petir 3 x di tiga tahun yang berbeda. Setiap tahun satu kali. Makanya, suami jadi cukup mumpuni di bidang dandan hardware komputer. Kami sangat beruntung memiliki banyak teman yang punya ketertarikan sama di bidang komputer sehingga sering saling sharing ilmu, pinjam meminjam hardware komputer, sampai software-nya. 
Kalo lagi dandan-dandan... seriuuussss....


Beberapa tumpukan "bangkai" yang bisa dikanibal
Tahun pertama tinggal di rumah ini, ada hujan sangat deras dan tiba-tiba sehingga kami semua lari menyelamatkan mebel yang sedang setengah proses finishing. Duer! Komputer kami mati total dan ada bagian dalam yang hancur. Tahun kedua terlambat mencabut kabel dan hanya power suply, hard disk serta modem yang rusak. Catatan kecil, nih. Jika 3 tahun lalu petir membuat komputer hancur dan membeli baru, petir kedua hanya mengganti motherboard, hard disk (Setelah didandani suami, hanya tak bisa dibuat master lagi) dan modem. Petir ketiga yang terjadi awal februari 2012 lalu hanya merusak modem dan splitternya karena semua komputer kami tersambung internet. 1 minggu kemudian sebuah, hard disk dan power suply juga mati total. Padahal semua kabel sudah unpludge, loh. Tapi kami lupa mencabut kabel telpon dari modemnya. Hiks... sama saja bohong karena yang tersambar petir kabel telponnya kok.

Meski banyak cobaan, tapi kami tetap tidak kolaps karena kebiasaan kami menyimpan hardware komputer yang rusak trus pelan-pelan dibenerin sendiri. Makanya, dalam waktu sehari biasanya kami sudah bisa online lagi. Tinggal telpon beberapa teman apakah punya ini atau itu, atau tanya apakah punyaku yang itu atau itu masih dipakai atau sudah beli sendiri. Itulah enaknya jika tak pernah pelit dengan teman. Beberapa hardware kami "titipkan" di rumah teman dan beberapa alat online saya juga pinjam dari teman. Hehehe... Itulah hidup yang kami tahu. Berbagi dengan teman tanpa banyak berfikir tentang untung rugi sehingga memiliki teman-teman yang tulus membantu tanpa perhitungan untung rugi pula.


19 comments:

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan di sini. :)

  1. Wih hebat banget bisa mbenerin komputer yak... saya juga pengen kayak gitu mbake...

    ReplyDelete
  2. Biar jadi suami yang multitalenta.. halah... hehehe

    ReplyDelete
  3. syukur mbak punya ahli komputer sendiri, kalo ngadat tinggal bilang, "mas, betulin, dong!"

    ReplyDelete
  4. @Ahmad Saleh Muslimin: Belajar apa saja tanpa mengkotak2kan ilmu, ya. Kami berdua tipe pembelajar.
    @Pak Anamku: Ya, alhamdulilah, pak. Orangnya sabar pula. Hehe... lagi enak2 tidur, pa, komputer yang ini kok mati sendiri, langsung bangun & benerin. Xixi... Komputer kami sudah setengah hidup semua.

    ReplyDelete
  5. Persisi Papa olive tuh Mba,paling anteng kalo dah otak atik kompi..
    kirain sial cuma di aku aja,udah 2 kali kena petir,dirumah kan nyebarin inet rt/rw net gitu deh,pake antena,kena petiir ..wasalam tuh..
    trus ngemodal lagi,eh 2 minggu yang lalu kena duer lagi,maderbot nya kena deh,alhamdulillah sekarang dah punya yang baru lagii..

    Mba aku ada hardisk 80 giga,ga bisa di buka,isinya foto2 smua,ke ahlinya bisa cuma bayarnya mahal tenan 1 giganya 50rb,hmm..ngerampok itu mah ya..

    ReplyDelete
  6. @Mama Olive: Iya, mbak. Memang tarifnya segitu juga. Makanya kubujuk2 bikin usaha dandan komputer, tapi dia lebih minat ke usaha mebel saja. Kalo benerin komputer hanya nyambi & getok tular. Bayarannya juga seikhlasnya. Hehe.

    ReplyDelete
  7. wahh ... saya jadi mbayangin mouse2 yg numpuk di sini mbak, apa tak kirimkan semua yah sapa tau masih bisa debenerin. blum lagi keyboard. bojoku kurang telaten sih, karena gak ada waktu sebenere. :(
    banyak lhooo ... mau mau? xixixi

    ReplyDelete
  8. iiihh di rumah Tante banyak tikuus.. harus punya kucing tuh Tantee :D #kidding

    ReplyDelete
  9. Salah satu penyebab petir yg bisa ngehancurin peralatan itu adalah instalasi PLN nya Mbak.
    Ardenya kayaknya nggak standar. Dan seperti itulah yg banyak terjadi. BTL nya nggak profesional.
    Mungkin bisa disiasati dengan mengganti arde (ground). Ini bisa beli sendiri di toko peralatan listrik yg besar. Saya sendiri beli di Semarang (Jurnatan). Kalau pakai yg fasilitas dari BTL, dijamin nggak bisa ngatasi petir. Penyebab lain tentunya faktor geografis. Ada lokasi2 tetentu yg emang jadi ajang main2 petir. Solusinya, ya pasang penangkal petir ekstra. Kalau semua cara sudah dicoba kok hasilnya nihil, masih ada jalan lain. Hubungi keturunan Ki Ageng Selo...

    ReplyDelete
  10. koleksi mouse-nya udah banyak juga ya mb...
    alhmdlh...sya hanya punya satu tapi msh awet...
    happy blogging !

    ReplyDelete
  11. @Mbak Nicamperenique: Suamiku langsung setuju menerima limpahan mouse-mu mbak. Hihi..

    ReplyDelete
  12. @Syifa Azz & @Mas Bensdoing: Hehe... masih lebih banyak yang dipakai main anak2. Rumah sudah seperti warnet karena komputer 3 dan ada saja teman yang online atau belajar komputer ke rumah.

    ReplyDelete
  13. @Pak Marsudiyanto: Menara telpon di dekat rumah memang tempat berkumpulnya petir, pak. Sekita 2-3 km.

    ReplyDelete
  14. Mesti stok mouse dong kalo gitu :D

    ReplyDelete
  15. Wah.... enak bisa service sendiri.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  16. Saleum,
    Seharusnya memang kita menguasai cara memperbaiki komputer itu mbak, sebenarnya gak susah dan sesulit yang dibayangkan, hampir sama dengan cara meramu masakan, asal biasa dilakukan pasti akan tau dan mengerti kerusakannya ada dimana. Namun mengenai petir, sebaiknya memang harus pandai liat situasi deh... bahaya tuh kompi bisa jebol

    ReplyDelete
  17. Ayah yang bertanggung jawab, dirusak oleh sang jagoan DnB dan diperbaiki oleh sang Ayah hehehe....

    ReplyDelete
  18. siip....
    ayah hebat...
    DnB pasti senang...:)

    ReplyDelete
  19. wow!
    mousenya banyak banget :O
    minta dong....
    sedja lagi doyan main mouse nih..xixixixixi

    ReplyDelete