Membuka blog mbak Enny yang bernuansa biru kalem sungguh adem. Nuansa sederhana memang terasa di dua blog mbak Enny yang lebih suka template klasik, yaitu: inspirasi dan pelangiku. Jauh banget dari kebiasaan saya yang suka instant.
Demi mengikuti giveaway mbak Enny, saya menahan diri cukup lama dan membaca-baca artikel di sini. Saya tertahan di artikel berlabel for mom dan inspirasi. 2 topik yang saya suka baca lama-lama dan hati-hati. Karena mbak Enny tidak memakai fasilitas jump break dari tool penulisan blog untuk posting lama, saya bisa membaca lurus ke bawah tanpa membuka link posting terbaru. Setelah membaca 11 artikel (tanpa sadar- seakan membaca 11 bab buku), saya butuh beberapa waktu untuk memutuskan, mana posting terbaik. Karena ke-11-nya adalah posting pindahan dari blog milik mbak Enny yang lain dan atau penulisan kembali artikel pihak ketiga. Yang mana??
Saya tak ada masalah dengan posting jenis ini selama memberi pengetahuan baru atau memberi manfaat bagi pembacanya. Apalagi mbak Enny mencantumkan darimana sumbernya. Saya suka ketiga artikel for mom. Saya suka 7 figur yang ia tulis di label inspirasi (ada 1 yang baru tahu, yaitu pak H. Chaerudin). Yang mana??
Baiklah, saya paling suka dengan artikel tentang bang Idin atau H. Chaerudin. Sosok yang bukan artis ini memang luar biasa. Membuat saya mempunyai harapan, kelak saya juga mempunyai andil besar bagi bangsa ini dan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Bukan harapan yang mustahil mengingat banyaknya kisah bang Idin-bang Idin yang hebat di Indonesia.
Nah, mbak Enny meminta saran dan kritik demi kebaikan blog ini. Saya jadi teringat pada giveaway saya dulu yang meminta kri-san sama. Tentu saja saya akan memberi kri-san ala Susindra. Semoga mbak Enny berkenan dengan krisan saya.
![]() |
| Blog Mamito |
Sudah saya sebut di atas tentang jump break di blog ini. Di artikel baru memang ada, tetapi kebetulan di posting yang saya baca tidak ada (bisa dicoba klik label for mom & inspirasi). Memang bagus sekali bagi pembaca malas seperti saya yang dimanjakan dengan fasilitas membaca terus tanpa membuka link. Tetapi mbak Enny sangat dirugikan. Mengapa? Jumlah pageview per posting menjadi lebih sedikit. Para pengunjung cukup scroll ke bawah untuk membaca semua artikel dalam satu label. Meski artikel lama, tetapi jumlah pageview bisa terus bertambah, loh. Buktinya di blog ini, ada 10 artikel yang tetap selalu bertambah pageview-nya dan selalu menjadi top 25 recent pos jika widget ini saya pasang di blog. Salah satunya artikel hampir tertipu hadiah grand livina yang sudah mencapai 21.527 ketika saya menulis ini. Yang penting sekarang sudah pake jump break ya mbak...
![]() |
| Agar tidak terkesan hoax, saya pelihatkan contohnya. |
Krisan kedua, tentang banyaknya widget kurang penting di blog. Salah satu kelebihan memakai template klasik blogger adalah kemudahan untuk mengatur layout blog. Jika memaksa memakai semua widget, alangkah nyamannya jika ditata seringkas mungkin. Bisa dicoba memakai type lay out seperti di gambar. Menurut saya type layout paling bagus. Sidebar di kiri dengan salah satunya terbagi 2 sidebar, juga adanya footer – jika diperlukan. Trophy, award, keterangan grup, dan gambar-gambar ditata sedemikian rupa agar ringkas di sidebar. Bukan lurus ke bawah. Ukuran gambar juga bisa diperkecil agar fix di sidebar. Pagerank, sitemeter, dan widget kecil diletakkan di bawah. Widget mengenai saya bisa diletakkan di atas/bawah follower. Widget share it lebih baik dibuang karena sudah ada bawaan blog. Label dibuat cloud (jangan memanjang ke bawah) agar ringkas. Blog archive dibuat simple saja dengan dropdown menu (lagi-lagi agar ringkas). JIka ingin pembaca melihat posting sebelumnya, lebih baik menambah widget linkwithin. Percayalah, jauh lebih banyak mengundang pembaca daripada cara konvensional. Pengunjung dari linkwithin saya mencapai 40% dari penambahan pageview per artikel.
![]() |
| Contoh layout agar ringkas. Jumlah footernya disesuaikan jumlah yang diinginkan. |
Yan terakhir, demi meringkas penampilan blog lagi, adalah memperpendek ukuran wiget page facebook, networked blog, dan twitter. Widget blogroll menampilkan nama blog saja tanpa judul maupun jam. Daaan.. last but not least, jumlah posting cukupkan 2-3 saja jika sudah memakai linkwithin.
Gitu deh mbak, kesan, pesan, dan krisan Susindra. Semoga tidak terkesan sok menggurui. Hanya share pengalaman saja, karena jujur saja, blog saya juga sarat dan padat dengan widget. Jadi poin ini cukup menyita perhatian saya.







